Pewter vs. Timah: Perbandingan dan Keistimewaan Logam

Pewter vs. Timah: Perbandingan dan Keistimewaan Logam

Pewter is a tin alloy. According to ASTM standards, it contains at least 90% tin. Modern pewter also contains antimony (5-10%), copper (2% or less), and sometimes bismuth and silver. Old pewter contains tin, alloyed with lead and copper. Antimony, copper, and lead make pewter harder than pure tin and give the metal a blue tint. Polished pewter is a blue-silver metal, resembling platinum. However, pewter rapidly oxidizes to a gray patina (antimony pewter) or nearly black patina (lead pewter). People have used pewter to make practical and decorative items since the Bronze Age (c. 1450 BC).

Pewter that contains lead is not safe for use with food. Acidic foods and beverages, such as wine, fruit juice, tomatoes, and salad dressings, leach lead vigorously from the alloy. But, even neutral substances, like water, absorb lead from the metal. Jewelry made from pewter that contains lead also poses a health risk, as some lead may be absorbed through skin. Children who wear jewelry may place it in their mouths. Pewter items that contain lead may be displayed as decorative items, but shouldn’t be handled or used.

TimahLogam title=Timah style=width:100%;text-align:center; onerror=this.onerror=null;this.src='https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQuIeTGWWeSNm7tz4ao8jrHRuZk3Cb7M6gLqNTZMRu6KWW0I_1kQS1i7UDvzy9UocIZ_XA&usqp=CAU'; />

Lead-free pewter is safe for use with food and for jewelry. Elemental antimony (as in an alloy) does not pose a health risk, but is unclear whether the metalloid absorbs across skin. Antimony compounds are toxic, so it’s best to use polished pewter in contact with food, avoiding any oxidation products. The metal isn’t the best choice for long-term food or beverage storage. Pewter is unsuitable for cookware because it has a relatively low melting point [170–230°C (338–446°F)]. Do not use pewter in the oven or microwave.

Perbandingan Rhodium Dan Titanium, Logam Tahan Karat Yang Beda Kegunaan

Two quick ways to check for lead are to look at the color of the metal patina (very dark oxidation usually indicates lead) or examine the mark left from rubbing the pewter item on a sheet of paper (heavy and dark mark indicates lead). Another method involves dipping the item into vinegar and checking for a white stain, theoretically indicating lead acetate or lead carbonate. However, these “tests” aren’t reliable.

The best way to test for lead in pewter is using a lead test kit from the hardware store. This involves swabbing an area of metal with test chemicals and looking for a color change. For most kits, pink or red indicate lead. After testing, rinse the pewter item with soap and water. The Canadian Conservation Institute uses Plumbtesmo 90602 test spots, but warns tellurium, cadmium, silver, and strontium can interfere with the test. In other words, if any of these elements occur in the pewter, it can test positive for lead even if the alloy doesn’t contain it.

The natural darkening over time adds beauty and character to a piece. Polishing old pewter typically decreases its value. However, if pewter becomes soiled (or you just like it shiny), simply wash it with warm, soap water and dry it with a soft cloth. Avoid using abrasives, as the metal is soft and easily scratched. Do not wash pewter in the dishwasher.

Perbedaan Tembaga Dan Kuningan

Pewter is not magnetic. None of the elements found in the alloy are magnetic, regardless of whether or not pewter contains lead. Magnetism may be used to distinguish pewter from iron-based alloys, but not from gold, silver, sterling silver, or platinum (all non-magnetic).

“Mexican pewter” is not actually pewter because it does not contain tin. It is an aluminum alloy, typically made by recycling aluminum cans. It is used to make decorative items and tableware that resemble pewter.Timah (atau timah putih) adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Sn (bahasa Latin: stannum) dan nomor atom 50.Timah termasuk logam pasca-transisi di kelompok 14 dalam tabel periodik.Timah menunjukan kemiripan kimia dengan Germanium dan Timbal yang juga berada di kelompok 14 dan memiliki dua kemungkinan bilangan oksasi, +2 dan +4 yang sedikit lebih stabil. Timah adalah elemen ke 49 yang paling melimpah di bumi, memiliki 10 isotop stabil, jumlah terbesar dalam tabel periodik.

Unsur ini merupakan logam miskin (logam post-transisi) keperakan, dapat ditempa (malleable), tak mudah teroksasi dalam udara sehingga tahan karat, ditemukan dalam banyak aloy, dan digunakan untuk melapisi logam lainnya untuk mencegah karat. Timah diperoleh terutama dari mineral kasiterit yang terbentuk sebagai oksa.

Buku Timah Gabungan

Timah putih: Juga dikenal sebagai timah solder, timah iris, atau timah hitam, adalah logam putih keperakan yang digunakan dalam berbagai industri, termasuk elektronik, pengolahan logam, dan pembuatan kaca

-

Bijih timah yang ditambang di Indonesia umumnya adalah dari jenis endapan timah aluvial dan sering disebut sebagai endapan timah sekunder atau disebut timah placer. Jenis bijih timah ini sudah terlepas dari endapan induknya yaitu timah primer, dan oleh air diendapkan kembali di tempat lain yang lebih rendah.

Secara ekonomis, mineral penghasil timah putih adalah kasiterit dengan rumus kimia SnO2, walaupun ada sebagian kecil timah yang dihasilkan dari sulfa seperti stanit, silindrit, frankeit, kanfieldit dan tealit. Mineral utama yang terkandung di dalam bijih timah adalah kasiterit, sedangkan mineral ikutannya adalah pirit, kuarsa, zirkon, ilmenit, galena, bismut, arsenik, stibnit, kalkopirit, xenotim, dan monasit.

Makalah Timah Dan Timbal

Secara garis besar, pengolahan bijih timah menjadi logam timah terdiri dari operasi konsentrasi/mineral dressing, dan ekstraksi yaitu peleburan atau smelting dan pemurnian atau refining.

Tahap konsentrasi bijih timah merupakan operasi peningkatan kadar timah dengan menggunakan peralatan seperti Jig Concentrator, palong dan meja goyang. Bijih timah yang diolah memiliki kadar awal sekitar 30 sampai 65 persen Sn. Setelah melalui operasi pemisahan, kadar timah minimum yang harus tercapai supaya dapat dipergunakan sebagai umpan peleburan tahap pertama adalah sebesar 70 persen Sn.

What

Proses smelting merupakan proses reduksi dari konsentrat bijih timah pada temperatur tinggi menjadi logam timah. Prinsip reduksi adalah melepas ikatan oksigen yang terdapat mineral kasiterit. Reduktor yang digunakan sebagai pereduksi adalah gas CO. Reaksi yang terjadi selama proses smelting adalah:

Makalah Pengban Arsenium Dan Selenium

Pada proses smelting akan terbentuk lelehan terak dan timah yang tak saling larut. Slag akan mengikat pengotor-pengotor yang terdapat di dalam konsentrat. Pengotor yang paling banyak terdapat di dalam konsentrat timah adalah unsur Fe.

Proses smelting ini terdiri dari dua tahapan. Peleburan tahap pertama adalah peleburan konsentrat timah yang menghasilkan timah kasar atau crude tin dan terak I (slag). Kadar timah dalam terak I ini adalah sekitar 20 persen. Tahap ini juga dikenal dengan sebutan peleburan konsentrat timah karena umpan yang dilebur adalah konsentrat bijih timah.

Terak I kemudian dilebur kembali di peleburan tahap kedua. Peleburan pada tahap dua ini menghasilkan senyawa Fe-Sn yang disebut hardhead dan terak II dengan kadar Sn kurang daripada satu persen. Hardhead menjadi bahan baku untuk peleburan tahap satu.

Mengenal

Unsur Golongan Iva: Sifat Dan Kegunaanya

Crude tin dari proses peleburan tahap satu kemudian dibawa ke proses selanjutnya yaitu proses pemurnian. Kandungan timah dalam crude tin adalah Sn >90 persen dan sisanya adalah pengotor seperti As, Pb, Ag, Fe, Cu, dan Sb.

Pemurnian timah dari pengotornya dapat dilakukan dengan kettle refining, eutectic refining, serta electrolytic refining. Pemilihan teknologi untuk proses pemurnian adalah berdasarkan tingkat kemurnian logam timah yang diinginkan. Setelah melewati tahap refining ini, kemurnian logam timah dapat mencapai 99, 93 persen.

Jumlah kecil timah dalam makanan kaleng tak berbahaya bagi manusia. Senyawa timah trialkil dan triaril berbahaya bagi makhluk hup dan harus ditangani secara hati-hati. Timah juga digunakan dalam pembuatan grenjeng rokok (timah putih), pada longsongan peluru (timah hitam).

Pangkal Pewter, Mitra Binaan Pt Timah Tbk Ajak Generasi Muda Belajar Jadi Perajin Pewter

LihatTutupKomentar